Showing posts with label Bengkulu Province. Show all posts
Showing posts with label Bengkulu Province. Show all posts

Sunday, July 28, 2013

AKTIVIS, ANTARA PERJUANGAN DAN POPULARITAS

*Tulisan telah dimuat di Harian Rakyat Bengkulu tanggal 28 Juli 2013

Era reformasi telah membawa keterbukaan dalam menyampaikan pendapat secara bebas jauh dari tekanan seperti di zaman orde baru. Jika sebelumnya hampir setiap orang tidak berani menyampaikan pendapatnya secara terbuka, setelah reformasi semua berani bersuara bahkan mengkritik habis-habisan pemerintah tanpa takut akan dibui atau ‘dihilangkan’. Reformasi telah melahirkan demokrasi yang melampui batas-batas kekangan dalam upaya menyampaikan apa-apa yang dirasakan baik melalui tulisan maupun lisan kepada penguasa negara.
Salah satu pihak yang terus menerus bersuara lantang tersebut adalah aktivis-aktivis kampus maupun organisasi intelektual dan kemasyarakatan yang terus berteriak mensuarakan suara rakyat atas kezaliman pemerintah. Keberanian untuk tampil menentang pemerintah seperti menjadi suatu kebanggaan tersendiri didukung oleh idealisme yang memang masih terpatri didalam sanubari. Persoalan timbul setelah aktivis yang dulunya berteriak lantang tersebut berhasil duduk di pemerintahan baik legislatif maupun yudikatif. Suara mereka mendadak lenyap ditelan kejamnya sistem yang memaksa mereka ikut jika masih mau berada di zona nyamannya.
Begitu banyak contoh aktivis Indonesia yang ternyata tidak bisa berbuat apa-apa saat berada di lingkaran kekuasaan bahkan berakhir tragis menjadi tersangka koruptor. Sebut saja Anas Urbaningrum, mantan Ketua Partai Demokrat yang dulunya merupakan Ketua Umum PB HMI dan turut memperjuangkan reformasi 98. Setelah menjadi ketua partai terbesar di Republik ini, sepertinya Anas tidak lagi bisa mempertahankan idealismenya dan berujung pada ditetapkannya Anas sebagai tersangka korupsi. Meskipun masih berstatus tersangka, kejadian yang dialaminya seolah ikut mencoreng nama baik aktivis yang selama ini dianggap masyarakat sebagai pejuang rakyat kecil.

Sunday, November 6, 2011

THE IMPACT OF OIL PALM PLANTATION TO THE ROAD CONDITIONS IN THE PROVINCE OF BENGKULU


Bengkulu is one of the provinces in Sumatra with an area of 21.168 km².  It is on the southwest coast of the island of Sumatra, and borders the Provinces of West Sumatra, Jambi, South Sumatra and Lampung. The capital and largest city is Bengkulu city. This area, largely functioned as agricultural land. This makes Bengkulu, also known as the plantation areas which has vast and fertile agricultural land. Some agricultural products derived from Bengkulu are Coffee, Cocoa, Oil Palm and Rubber. Unfortunately, much of this agricultural production was not matched with adequate infrastructure. One of the important facility is the road that used as a means of  outcomes plantation transport . This condition is very concerning because more than half of the roads in Bengkulu have been damaged.

 
Base on the table we can see that the increase in palm oil production in Bengkulu Province matched by a reduction in the percentage of poor people. In the last five years, an increase in palm oil production in Bengkulu province are quite significant. When in 2006 the production  as much as 373.815 tons, in 2010 the production of palm oil increased by almost 100 percent to reach 615.624 tons (Source: Statistics of  Indonesia Plantation 2009-2011). Whereas, the percentage of poverty in the Province of Bengkulu the steadily declining from year to year. When in 2006,  23% of the population of Bengkulu is in the poor category, by 2010 this number was reduced to 18.30%. This occurs because in this time more people are interested in farming  palm oil to get  the potential income which is very promising.  Previously, farmers in Bengkulu focus on coffee, rubber and cocoa. But in a last decade they switched become oil palm farmers.

Monday, August 1, 2011

PANTAI MALABERO

Elok nian tepi pantai malabero
pasang kering hari minggu pulo
bujang gadisnyo pai bemain
rami - rami diate karang

Elok nian pemandangan alamnyo
taman laut ikan kek karangnyo
hati siapo idak kan tenang
badan litak ubek segiyo

Reff
yoooo bemain..... bemain di tepi pantai
malabero
bilo pasang kering oy lemak nian
pemandangannyo yang indah elok nian

malabero pantai di Bangkahulu
la tekenal sejak jaman dulu
tempek bemain beriang - riang hati sedih beganti senang

SEMULEN KEME

 Ciptaan Zainal Janib


A-lep ni-en semu-len keme,
a-lep budei ngan ba-so-ne
uku in-dew,(2x)

Oi in-dok tu-lung in-dok,
Oi ba-pak , tu-lung ba-pak
Uku in-dew. (2x)

A-lep nien se-mulen sagei keme,
A-lep budei ngen ba-so-ne
Uku te-piket (2x)

Oi in-dok tu-lung in-dok,
Oi ba-pak , tu-lung ba-pak
Uku te-piket (2x)